Pages

Sabtu, 06 Oktober 2012

Ippho Santosa, Just Another Resume


"Ippho Santosa adalah pemasar masa depan." (Hermawan Kertajaya)
"Membawa nilai-nilai spiritualitas dalam konteks pemasaran." (Ary Ginanjar Agustian)
"Lugas, gampang dimengerti dan kontekstual." (Majalah Pengusaha)
yah...demikianlah komentar-komentar terbaik yang dapat saya ambil dari beberapa komentar para pembaca karya marketer muda dahsyat yang satu ini, Dewo a.k.a Ippho Santosa. Yep! Anda g salah lihat dan saya juga tidak salah ketik kok. Dewo, demikian kata beliau dipanggil oleh rekan-rekan dekatnya yang mengenalnya jauh sebelum diberi gelar 'Ippho Santosa'.  To be honest, awalnya begitu lihat judul buku ini beserta nama pengarang yang menyertainya, ada semacam energi baru yang membuat mata saya tak bisa lepas dari buku ini.  Hingga akhirnya, saya ambil diam-diam dari meja pemiliknya (ups! mohon demi kebaikan, tirulah cara saya yang satu ini, karena saya ijin terlebih dahulu sebelum mengambilnya dengan tanpa banyak kata atau alasan a.k.a 'diam').
Otak Kanan.
Hmm....terkadang orang terlalu sibuk memusingkan di posisi manakah otak utamanya ia fungsikan. Pengguna otak kanan sibuk melihat kekurangan pengguna otak kiri, dan begitu pula selanjutnya. Eiits! bukan berarti saya mencoba mendomba adukan antar suku y... Maaf, saya pilih netral saja untuk masalah ini deh sebagai penengah yang baik. Okey, lanjut. Di sini akhirnya saya menemukan pencerahan baru, bahwa sang pengarang (bung Ippho tentunya), mencoba memberikan keuntungan yang lebih bagus lagi, jika Anda pengguna otak kiri, 'gugah' sedikit kelebihan dari otak kanan Anda. Tanpa bermaksud membela kaum otak kanan, langsung saja kita lihat apa yang saudara Ippho ini suguhkan:
#Jurus 1_ Mulailah Dengan Yang Kanan
Sedikit teringat dengan iklan minuman kalo Ramadhan tiba...(berbukalah dengan yg manis). Pesan terbaik yang Beliau sampaikan di sini adalah be intuitive, be creative, be extensive! 
#Jurus2_Rancanglah DNA Sedini Mungkin
Sebagaimana belajar sedini mungkin, inilah pesan Bung Ippho; "Selagi impian Anda itu positif dan selagi Anda masih punya kesempatan, y sudah lakukan saja! (Just Do it!_ Nike). Diperlukan keberanian dan tidak diperlukan keSEMPURAan untuk memulai sesuatu, ujung-ujungnya, Dream and Action a.k.a DNA.  Hanya itu!"
#Jurus3_Terjunlah Seperti Rollercoaster
Yup! Terjunlah bebas sebebas-bebasnya, lawan grafitasi, lalu....tancap gas Anda untuk kembali naik melesat jauh ke puncak layaknya jalur Rollercoaster!  kata Bung Ippho, jadilah orang ngeyel dalam berbisnis. Keras kepala itu harus, wajib 'ain malah.  Kalau Anda tidak percaya, tengok saja Bung Trump maupun Bung Kiyosaki sebagaimana Bung Ippho sampaikan dalam buku 'resep'nya yang satu ini. 
#Jurus4_Berdamailah Dengan Badai
Ini tentang bagaimana Anda dapat menikmati suatu proses.  Sebagaimana Billy Lim, guru kegagalan asal Malaysia tegaskan; bukan kekayaan yang penting, namun proses dalam meraih kekayaan itulah yang penting. Sekali lagi, proses. Berdamailah dengan kata-kata tersebut.
#Jurus5_Duduklah Sama Rendah
Kesetaran. Yup! inilah tema utama yang diangkat dalam Bab satu ini.  Dunia memang mendambakan kebersamaan, namun dunia juga mendambakan kesetaraan.  Tak terbantahkan lagi bahwa qulity life is equity life.  Tanpa kesetaraan, tidaklah layak ia disebut kehidupan.  Prinsip keseimbangan, itulah yang disampaikan pengarang dalam Bab ini.
#Jurus6_Gantilah Gelar dan Jabatan
Ippho Santosa, PhG.  Wait, adakah yang salah dalam penulisan nama plus gelar itu? Atau saya yang salah ketik? eits, tunggu dulu. Perhatikan baik-baik. Maka perhatikan sekali lagi dengan sejelas-jelasnya, salahkah? Yup! Anda benar! Tulisannya benar, dan saya pun benar. Lha? PhG a.k.a Pengusaha Gila.  Inilah personal branding yang Ippho coba terapkan di sini. So, Sudah terpikirkan suatu gelar khusus and the only one untuk diri Anda??
#Jurus7_Masuklah Ke Surga Paling Dulu
Ada cerita menarik di sini.  Konon ceritanya, suatu saat nanti di pintu surga, ada 3 orang terdiri dari dosen, dokter, dan ulama.  Masing-masing merasa berhak masuk duluan ke surga karena amal yang mereka lakukan semasa hidup.  Kemudian, datanglah tiba-tiba sang pengusaha. Anda tahu apa kata ke-3 orang tersebut? "Nah, ini dia pengusaha kita! Beliaulah yang membangun kampus kami." Si Dokter pun berseru, "Beliau juga banyak membantu klinik kami." Si Ulama turut melengkapi, "Beliau juga merupakan donatur tetap tempat ibadah kami."  Akhirnya, sang pengusaha pun dibiarkan melenggang masuk ke pintu surga terlebih dahulu.  Hmm, keuntungan yang bagus untuk menjadi seorang entrepreneur bukan? semoga semua amal diniatkan karena-Nya, aamiin.
#Jurus8_Biarkan Kudeta Terjadi
Saat Al Ries dan Jack Trout menyalahkan William Shakespeare atas pernyataanny bahwa nama tidaklah memiliki arti, bung Ippho menjabarkan secara rinci di sini.  Satu yang menarik adalah "Jika roman terkenal Shakespeare 'Romeo and Juliet' diganti dengan 'Rozak dan Juleha', akankah selaris judul nama awalnya?" Ya, di Bab ini beliau menekankan pentingnya sebuar merek atau brand.  Di tengah-tengah pekikan biaya yang muncul hanya untuk memberi nama/merek/brand pada produk Anda, percayalah, kekuatan merek, tidak dapat diremehkan.
#Jurus 9_Waspadai Zaman Edan
Positivity, positifkan saja apa-apa yang negatif. Yeah, inilah pesan yang mana bung Ippho sampaikan pada bab ini.  Satu kutipan dari beliau yang menarik untuk disimak adalah;
“Berdoalah pada Tuhan, berterimakasihlah kepada motivator, dan kutuklah para provokator!”
^^
#Jurus 10_ Matilah Dengan Tenang
Passion dan Compassion, Charity, Conscience, Cautiousness, beberapa komponen yang perlu diperhatikan dengan betul bagi Anda yang ingin mengevaluasi jiwa kepemimpinan Anda.  Seimbangkan passion dengan compassion dalam diri Anda, tingkatkan jiwa charity Anda, lakukan dengan ikhlas (conscience) tanpa paksaan, dan sertakan setiap keputusan dengan cautiousness.  Jika Aa Gym dan Hermawan Kertajaya pernah menggagas “Berbisnis dengan hati (conscience), Ippho Santosa mengusung tema “Berbisnislah dengan hati-hati (Cautiousness).  Berbisnis dengan hati mengajak kita untuk tidak menganiaya sesama, Berbisnis dengan hati-hati, menjaga kita agar tidak dianiaya oleh sesama. So, which one will you choose?? Anda sendiri yang dapat menjawabnya. ;)
Last but not least, inilah rangkuman dari karya dahsyat bung Ippho yang dapat saya sampaikan.  Meski tidak dapat dirasakan semanis menikmati coklat asliny, namun setidaknya mampu memberikan manfaat layaknya coklat, bring you a piece of smile in this lovely day. Everyday is the best day ever! Agree?? ;))

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites