Artikel kali ini memuat tentang resume sebuah jurnal operasional. Jurnal diambil dari Penerbit Elsevier (2007), semoga bermanfaat.

ilustrasi penentuan tata letak

Facility Layout Problem: A Survey
(Permasalahan Tata Letak Fasilitas : Sebuah Survey)by: Amine Drira, Henri Pierreval, Sonia Hajri-Gabouj
Abstract
Layout problems sering ditemui pada beberapa sistem manufaktur. Pada umumnya, penentuan tata letak berhubungan erat dengan penentuan lokasi fasilitas-fasilitas (contoh: mesin-mesin, departemen-departemen) dalam suatu pabrik. Penentuan tata letak tersebut mengambil andil besar di dalam performa suatu sistem. Sebagian besar permasalahannya bersumber dari permasalahan NP (suatu kompleksitas penghitungan kuantitatif dalam pengambilan keputusan) . Artikel ini menerangkan kerangka pemikiran yang bersifat umum dalam menganalisa beberapa literatur terkait penentuan tata letak dan menyajikan perhitungan dengan beberapa kriteria seperti; ciri-ciri sistem dalam manufaktur, pertimbangan dalam bidang tata letak statis (tetap, konstan) dan dinamis, gambaran mengenai tata letak continual (berlangsung terus-menerus) dan discrete (khusus), permasalahan rumus, dan pendekatan solusi (resolution problems). Beberapa poin penelitian terangkum dan dibahas dalam bab kesimpulan.
Pembuka
Penempatan beberapa fasilitas pada area pabrik, yang sering dikenal dengan sebutan facility layout problems (permasalahan tata letak fasilitas), adalah suatu permasalahan yang secara signifikan berpengaruh positif terhadap biaya-biaya manufaktur, work in process (proses pekerjaan), lead time (waktu tunggu), dan produktifitas. Ketepatan dalam penempatan suatu fasilitas, sangat berkontribusi pada efisiensi keseluruhan operasional perusahaan dan mampu mengurangi biaya-biaya operasional hingga 50% (Tompkins et al., 1996).
Penelitian ini akan mengemukakan tentang survey (peninjauan) terkini terkait permasalahan tata letak yang berdasar pada beberapa literatur. Tahap pertama membahas tentang definisi permasalahan tata letak itu sendiri yang diambil dari beberapa literatur pilihan, untuk kemudian kami simpulkan menjadi suatu kerangka umum yang kami gunakan sebagai analisa literatur saat ini. Tahap kedua kami sajikan tentang perbandingan ciri-ciri khusus dari beberapa workshop (ruang kerja) yang sering ditemui dalam perusahaan manufaktur. Tahap keempat menekankan tentang apa itu dynamic problems (permasalahan dinamis). Tahap kelima membahas tentang bagaimana permasalahan tata letak tersebut dapat diformulasikan dalam bentuk rumus, dan di tahap terakhir, membahas tentang jenis pendekatan yang kami gunakan dalam memecahakan permasalah tata letak. Meskipun bukan tergolong sebagai bahan review yang mendalam, namun penelitian ini dibahas dengan berbagai sudut pandang literatur penelitian terdahulu dalam jumlah yang cukup besar.
Bersambung.....












